Ngakak So Hard... Ini Tanggapan Rakyat +62 Tentang Kalung Anti Corona


Loading...

Kalung anti corona yang akan diproduksi Kementerian Pertanian viral.
Publik merespon dengan cemooh. Itu tergambar dari olok-olok netizen di medsos.

 Bahkan di twitter sedang trending tagar #KalungAntiBego malam ini. Seorang dokter yang saya follow merespon kalung dengan istighfar.

Berapa dana yang dianggarkan Kementan untuk produksi masal kalung itu? Tak jelas. Duitnya darimana? Belum jelas.

Apakah kalung akan dibagikan gratis? Belum jelas. Sepertinya akan dijual. Kementerian boleh jual produk? Entah.
Berapa harganya? Belum jelas.

Anda percaya dengan penjelasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung efektif membunuh virus corona? Mau pakai kalungnya?

Kata Syahrul, jika kalung ini dipakai 15 menit, keberadaannya bisa melumpuhkan 42 persen virus corona. Sedangkan bila dikenakan lebih lama, yakni 30 menit, kalung bisa mematikan 80 persen virus corona dalam tubuh.

Saya mau beli dengan syarat: Menteri Syahrul pakai kalung itu, pecicilan di daerah zona merah tanpa masker selama seminggu dan keluar masuk RS jenguk pasien, pulang cuci tangan dengan air biasa.

Kalau dua pekan sesudahnya beliau tetap sehat, saya beli kalungnya. Saya pakai di keramaian, selfi-selfi, pajang foto di medsos. Gak apa-apa dunia akan ngakak. Saya hanya akan merespon santuy, "Woiii lu ngiri ya liat gue pake jimat corona langsung minggat! Indonesia dong... hebat!"

Bulan April lalu ada jamu lokal Menkes untuk meredam corona. Hasilnya? Bablas.
Bulan Mei ada jamu impor DPR anti covid yang kontroversial. Hasilnya? Ambyar.
Bulan Juni survei LSI mengklaim covid akan stop. Hasilnya? Hoaks dalam kemasan ilmiah.

Bulan Juli, nah ada kalung anti corona Mentan. Apa ini sebentuk prank?
Kalau prank doang, jangan kuatir, kata Mendagri Tito, Pilkada serentak 2020 akan melandaikan pandemi covid.

Dunia manggut-manggut...
Serius manggut-manggut sambil goyang ubur-ubur dan makan nasi kucing.
Tapi... dunia gaib.

Salam
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar