Kabar Buruk! Jokowi : Kalau Ekonomi Nggak Tumbuh, Nggak Ngerti Saya!


Loading...

Presiden Jokowi mengutarakan kabar buruk yang akan menimpa Indonesia. Kekhawatitan tersebut muncul jika ekonomi tidak menunjukkan tren positif hingga September 2020.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 dipastikan Presiden Joko Widodo akan minus 4,3 persen hingga 5 persen.

Hal ini membuatnya resah bukan kepalang, karena bukan tidak mungkin di kuartal III ekonomi Indonesia bakal anjlok lebih dalam lagi.

"Oleh sebab itu kita berharap di kuartal ketiga ini kita sudah harus naik lagi," ungkap Jokowi dalam acara peluncuran Program Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

Agar perekonomian domestik bisa tumbuh postif di kuartal III nanti, pemerintah kata Jokowi, mempersiapkan program pemulihan ekonomi berupa relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan untuk UMKM dan koperasi.

Program yang diberi nama Bantuan Modal Kerja Produktif itu akan menyasar 12 juta UMKM yang bisa mendapatkan pembiayaan atau pinjamam dari Koperasi-Koperasi yang menjadi mitra kerja pemerintah.

Untuk anggaran yang dipersiapkan oleh pemerintah sebesar Rp 1 triliun, yang nantinya akan disalurkan melalui koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang memiliki satuan kerja bernama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menangah (LBPDB-KUMKM).

"Saya senang disiapkan oleh LPDB Rp 1 triliun. Ini segera, berikan kepada koperasi-koperasi yang baik, agar dari koperasi diberikan kepada anggota-anggotanya para pelaku usaha. Secepat-cepatnya," perintah Jokowi.

Jokowi juga memberi catatan waktu yang dibutuhkan untuk menggenjot perekonomian di kuartal III lewat program tersebut. Di mana waktu yang tersisa hanya 3 bulan, yakni mulai bulan Juli ini hingga September mendatang.

Jika itu dalam perjalanannya nanti program tersebut tidak berjalan efektif, maka bukan tidak mungkin resesi ekonomi akan menimpa Indonesia. Hal inilah yang kemudian dikahwatirkan Jokowi.

"Kita hanya punya waktu untuk jungkit ini Juli, Agustus, Sepetember. Kalau kita bisa mengungkit ini insyaAllah di kuartal keempat akan lebih mudah dan tahun depan akan jauh lebih mudah," menurutnya.

"Kalau enggak (tumbuh positif), enggak ngerti saya! Betapa akan lebih sulit kita," demikian Joko Widodo menekankan. rmol.id
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar