Erick Tohir Mempermalukan Presiden dan Betapa Zalimnya Negara Ini


Loading...

Semalam baca Kompas kom diberitakan Menteri BUMN Erick Tohir menagih Hutang Pemerintah kepada 7 BUMN sebesar Rp.113 Trilyun.

Masalahnya menagihnya bukan langsung ke Pemerintah atau Menteri Keuangan tapi lewat DPR jadi bisa dibilang Erick Tohir mempermalukan Pemerintah/ Jokowi.

Hutang tersebut antara lain ke PLN Rp.48 Trilyun, Pertamina Rp.45 Trilyun dan sisanya Hutang ke Bulog, PJKA dan lain-lainnya.

Hutang pada PLN dan Pertamina sejumlah sekitar Rp.90 Trilyun sudah 3 tahun belum juga dilunasi.

Pemerintah kok gitu sih?

Kalau rakyat nunggak tagihan PLN jangankan 3 tahun, 2 bulan aja langsung diputus-tusss. Kok Pemerintah tidak memberi contoh yang baik pada rakyatnya?

Di sisi lain terkuaknya Hutang-hutang itu akhirnya membuka benang merah tentang Betapa Sadisnya PLN dan Pertamina pada rakyat di musim Pandemi Corona ini.

Pantesan aja Pertamina tidak mau menurunkan harga BBM selama 5 bulan meskipun seluruh dunia tahu bahwa minyak mentah dunia anjlok gara-gara Corona.

Menurut para Pakar Perminyakan selama 4 bulan lalu Pertamina disebut mendapatkan keuntungan sekitar Rp.75 Trilyun karena selisih harga yang tidak diturunkan sekitar Rp. 2.000 per liter. Rupanya itulah yang dipakai untuk menutup Operasional Pertamina yang pincang gara-gara dihutangi Pemerintah.

Yang lebih parah siapa lagi kalau bukan PLN. Yang kemarin Viral, Chef Arnold (Presenter acara kuliner) ngamuk-ngamuk di medsos karena tagihan listriknya melonjak dari 2,5 juta per bulan menjadi Rp.10 juta.

Di FB juga setelah tagihan bulan Juni membuat banyak yang berteriak, bulan tagihan bulan Juli juga masih banyak orang ngomel karena tagihan listriknya tidak masuk akal.

Apa boleh buat dengan begitu banyaknya lonjakan tagihan listrik bagi banyak orang, PLN dicurigai sengaja merampok rakyat agar terhindar dari Kebangkrutan.

Nikmati sajalah penderitaan ini...
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar