PLN : Tidak Ada Kenaikan Listrik Sejak 2017... Hanya Pencabutan Subsidi


Loading...

PT PLN (Persero) menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan tarif listrik disebut tidak ada kenaikan sejak 2017.

"Saya tegaskan kembali untuk kesekian kalinya, seluruh jajaran PLN tentu menjawabnya bahwa seluruh tarif listrik tidak naik. Soal subsidi silang itu juga tidak ada karena tarif listrik nggak naik sejak 2017," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan melalui telekonferensi, Rabu (10/6/2020).

Doddy menjelaskan, perhitungan tarif listrik terdiri dari pemakaian pelanggan yang dikalikan dengan tarif listrik. Jika tidak ada kenaikan tarif listrik, maka penggunaan pelanggan yang dinilai meningkat sejak PSBB tanpa disadari.

"Kami sedang mengumpulkan video-video dari pelanggan yang awalnya merasa naik setelah kita sajikan bukti alhamdulillah mereka bisa mengerti karena listrik ini ditaruhnya di rumah pelanggan, bukan di gardunya PLN. Jadi kalau ada apa-apa yang paling tahu lebih dulu misalnya ada yang ngotak-ngatik tentu pelanggan yang bersangkutan," imbuhnya.

Pihaknya mengerti jika di masa pandemi ini sangat berat bagi perekonomian masyarakat. Namun PLN merasa telah memberikan yang terbaik seperti mulai bulan Mei petugas PLN telah melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan demi memenuhi keinginan pelanggan.

"Kami memahami kondisi ini seolah bertubi-tubi membebani masyarakat Jakarta. Tapi kami sudah memberikan upaya terbaik seperti menerobos zona-zona merah untuk memastikan keandalan terjaga," tegasnya.

Jika pelanggan masih tidak percaya dengan kenaikan tagihan yang terjadi, PLN membuka posko pengaduan melalui contact center PLN 123.

Bila ditelusuri jejak digital, pemerintah memang tidak menaikkan tarif dasar listri. Namun mencabut subsidi listrik untuk 24,4 juta pelanggan 900 VA pada 2020.

Demikian salah satu hasil rapat panitia kerja anggaran di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Awalnya usulan pencabutan subsidi listrik tersebut berasal dari Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral ( ESDM) Rida Mulyana.

"Apabila R1 900 VA-RTM dilepas subsidinya maka subsidi listrik menjadi Rp 54,79 triliun," ujarnya saat memberikan pemaparan. (bbs)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar