Pendukung Jokowi Ini Curhat, Hukum Semakin Aneh dan Tumpul ke Atas


Loading...

Dwi Sasono diamankan Polsek Jakarta Selatan karena kepemilikan narkoba pada 26 Mei lalu. Barang bukti berupa ganja seberat 16 gram ditemukan dalam guci di salah satu lemari di kediaman Dwi.

Suami Widi Be3 tersebut mengaku menggunakan ganja sebulan terakhir karena kesulitan tidur selama pandemi COVID-19.

Penangkapan Dwi Sasono mendapatkan respons dari sejumlah rekan artis. Salah satunya Dewi Irawan yang merupakan pendukung Joko Widodo saat Pilpres kemarin. Ia mempertanyakan kejanggalan penangkapan Dwi. Dewi mengaku heran lantaran kasus narkoba Dwi Sasono baru dirilis 6 hari setelah penangkapan.

"Ditangkep seminggu yg lalu, di publish skrg .. sajennya krg ya pak pol?" tulis Dewi pada Senin (1/6). "'Tertangkap' dirumahnya, kurir tuker kepala #merda."

Sejumlah warganet rupanya berpikiran sama dengan Dewi. "Aneh jg sih tgl 26 di tangkap.. 1 juni di umumin ke public, udh gitu tampilan DS berasa penjahat besar, beda sm koruptor yg msh diperlakukan elegan bs senyum2 ke kamera pula.." tulis seorang warganet yang dibagikan ulang oleh Dewi.

"Kurang uang kayaknya hm," sahut yang lain. "Kurang kemenyan," balas Dewi.

"Sajennya ada 6 bulan bebas kok, di rehab dulu di rsko Cibubur," timpal warganet lain. "Aku baru tahu buk ditangkepnya udah lama. Aku baca krn corona ga ada pekerjaan. Sedih liat keluarganya. Semoga ga ada korban narkoba lainnya di negeri ini," kata yang lain.

Dewi juga membagikan cuitan sutradara Timo Tjahjanto yang beranggapan bahwa Dwi Sasono seharusnya tak diperlakukan sebagai penjahat kelas berat.

"Gue sangat nggak suka kenapa pemakai Narkoba (terutama yg mestinya nggak di klasifikasi sebagai Narkoba keras) harus di character assassinate," tulis Timo pada hari yang sama.

"Teman media mohon punya hati juga lah," sambung Timo. "Itu ayah, punya anak , ngapain loe ekspos seakan dia gembong mafia gitu. Shame on you."

Jefri Nichol yang sebelumnya pernah terjerat narkoba juga berkomentar dan mendapat persetujuan dari Dewi melalui tombol retweet. "Educate not incarcerate (didik bukan penjara)," tulis Jefri.

(wk/nere)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar