Gong Bencai : Ada 1000 Perusahaan China yang Sudah Beroperasi di Indonesia


Loading...
1000 Perusahaan China Sudah Beroperasi di Indonesia

Ternyata ada 1.000 perusahaan China yang sudah beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persennya berinvestasi di Pulau Jawa.

Hal itu diungkapkan oleh presiden Kamar Dagang China di Indonesia, Gong Bencai, dalam acara Seminar Lima Tahun Kerja Sama Strategis dan Komprehensif Indonesia-Tiongkok yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Indonesia menjadi salah satu destinasi utama bagi perusahaan China untuk berinvestasi," kata Gong Bencai

Menurut dia, berdasarkan data yang ada, maka sekitar 17 persen perusahaan tersebut bergerak di konstruksi, 15 persen di bidang pertambangan, dan 13 persen di bidang kelistrikan.

Ia berpendapat bahwa perusahaan China di Indonesia bermaat antara lain untuk meningkatkan tenaga kerja lokal, melakukan alih teknologi dan keahlian, menanamkan modal di industri bernilai tambah, hingga meningkatkan pertukaran budaya antara kedua negara.

Di lain pihak, Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahalli meminta agar perwakilan Indonesia, seperti atase perdagangan, duta besar dan konjen Indonesia di Cina bisa melakukan lobi kepada Pemerintah Cina.

 Sebab jika perusahaan Indonesia mau masuk ke pasar Cina, harus terdaftar lebih dahulu di negeri tirai bambu itu.

Menurut Khairul kepada, Sabtu (27/6/2020), hal ini menimbulkan kendala bagi pengusaha Indonesia yang akan melakukan bisnis di Cina.

Sementara pengusaha asal Cina bebas melakukan aktivitasnya di Indonesia tanpa harus terdaftar lebih dahulu. “Ini kan diskriminasi,” katanya.

Oleh karena itu, Khairul berharap agar atase perdagangan maupun dubes dan konjen Indonesia di luar negeri bisa berperan sebagai pelobi sehingga kendala seperti yang terjadi di Cina dapat diatasi dengan baik.

Sekarang ini kata Khairul, di Kementerian Luar Negeri Indonesia ada yang disebut diplomasi ekonomi di mana tugas dan fungsi perwakilan Indonesia di luar negeri yang jumlahnya ratusan adalah marketer atau pemasar produk Indonesia.

Jadi selain atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), para dubes/konjen serta staf juga bertugas menawarkan produk Indonesia di luar negeri.”Jadi mereka tidak bisa lagi tinggal duduk manis seperti sebelumnya”kata Khairul. (bbs)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar