Nggak Dapat Proyek di Kartu Pra Kerja, Founder Seword Curhat Menyakitkan...


Loading...
Founder Seword Curhat Menyakitkan

Bagaimana perasaan anda, jika pasangan yang anda kasihi seluruh jiwa dan raga, yang ada bela hingga berdarah-darah, ternyata bersanging dengan orang lain?

Yang pastinya : ambyarrrr!!! Laksana luka silet disiram air jeruk nipis.

Itulah yang dirasakan founder Seword, Alifurrahman. Dengan segenap tenaga dan pikiran mengantarkan dan menjaga Joko Widodo, hingga berdarah-darah, malah dilupakan.

Proyek Kartu Pra Kerja yang mencapai triliunan tidak singgah ke rekeningnya. Malah dipanen startup bau kencur.

Curhat Alifurrahman pun diposting di sebuah grup facebook. Terbaca dengan jelas, bagaimana pedihnya perasaan Alif dicurhatan tersebut. Sedih.... Pedih... Mendidih...



Jadi semakin ruwet lah program Kartu Prakerja ini. Tidak hanya nampak dipaksakan, tapi penunjukan mitra kerjanya, lewat 8 startup itupun masih dipertanyakan. Belum lagi dari sisi kegunaan dan manfaat yang nampak kurang jelas.

Ya tapi ini adalah opini dari rakyat yang tidak terlibat. Maksudnya tidak dapat kartu prakerja, juga tidak bikin konten untuk dijual ke pemerintah. Jadi mungkin agak berbeda dengan pendapat teman-teman yang mendapat kartu prakerja, atau menjual konten videonya dengan harga mahal. 

Padahal konten yang sama, bahkan lebih berkualitas, sejatinya bisa kita dapatkan di youtube secara gratis. Hanya memang ada iklannya. Hehe

Content creator youtube pun bisa dapat uang dari iklan tersebut. Ya sama seperti Seword, penulis mendapat uang dari iklan yang dilihat atau diklik oleh pembaca. Pendapatannya pun tak seberapa, tak akan sampai triliunan. 

Tapi mungkin memang beginilah nasib dan jalan hidup rakyat jelata. Terlalu jujur kepada harga keringatnya. Padahal kalau mau sedikit cerdas, bisa seperti 8 startup mitra kerja yang kini berebut anggaran 5 triliun rupiah.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar