IDAI Kumpulkan Data PDP Anak di Indonesia, Hasilnya Beda Jauh dengan Pemerintah!!!


Loading...
Pelaksanaan rapid test massal.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengumpulkan sendiri data PDP anak di Indonesia.

Hasilnya;
• mortality rate krn kasus covid pada anak di Indonesia sangat tinggi, bahkan mungkin tertinggi di Asia.

•Rumor bahwa covid tidak menyerang anak2 atau ringan pada anak2 adalah tidak benar.

•Data di Indonesia masih minim, ada bbrp provinsi yg bahkan baru bisa melakukan test di daerahnya

•Sebagai gambaran, Indonesia hanya mengetes orang 1/5 dari Pakistan, 1/28 dari Malaysia.

•Pembunuh anak nomer 1 dan 2 di Indonesia itu adalah Pneumonia dan Diare.

•Pada anak, gejala klinis infeksi covid lebih samar. Demam, batuk dan diare bisa jadi salah duanya.

•Karena pada anak covid lbh rentan menyerang pencernaan, maka penularan juga bisa terjadi melalui feses. Kebayang kalo anaknya blm bisa cebok mandiri dgn sempurna, misalnya pas lagi di sekolah. Bisa nularin ke temennya melalui sentuhan tangan.

•Ortu yg keluar rumah wajib bebersih n ga menyentuh apapun pas masuk rumah.

•Wajib lakukan protokol kesehatan ketat selama covid.

•Tidak membawa anak ke tempat2 ramai, karena carrier tanpa gejala bertebaran tanpa kita tau.

•Tidak ada alasan anak untuk keluar rumah kecuali berobat atau imunisasi.

•Pantau tumbuh kembang anak sendiri di rumah, plot berat dan tinggi badan di aplikasi misalnya aplikasi Primaku agar tercatat.

•Imunisasi tidak boleh terputus, pastikan tempat imunisasi hanya menerima anak sehat.

•Imunisasi jgn ditunda, karena kata dr.Aman situasi ini tidak akan selesai dengan cepat.

•Menunda imunisasi dalam jangka waktu yg blm diketahui kapan akhirnya, hanya akan menimbulkan wabah baru dikemudian hari. Misalnya wabah pertusis, wabah difteri, polio dll.

•Ada 4 hal yg blm dilakukan optimal:
1)testing PCR (bukan rapid test)
2)tracing
3)karantina dan isolasi
4)physical distancing
4 hal ini tidak bisa ditawar dan dilakukan setengah2. Karena kita tidak serius melakukannya dari awal, makan situasi di Indonesia never ending story. Kasus covid di Indonesia sudah terlalu jauh (sambil geleng2 dokternya)

•Menurut beliau pemerintah seharusnya melibatkan dan bertanya pada dokter anak dan ahli epidemologi, kapan sekolah sebaiknya dibuka kembali. Bukan ahli ekonomi yg menentukan kapan krn kalo sakit yg ngurus pasti dokter bukan ahli ekonomi (emosi dia).

•Ada ketua Dokter Anak di masing2 daerah. Mereka yg harusny ditanyai kapan sekolah kondusif untuk dibuka. iDAI punya satgas covid sendiri.

•dr.Aman tidak setuju sekolah dibuka di bulan Juli, “jgn berandai2 sebelum bertanya pada ahlinya!”

•setiap minggu ada kasus anak baru, dan menyedihkan melihat anak2 harus diisolasi sendiri tanpa orangtuanya. Kebanyakan akan menangis, bahkan anak usia 17th, ga kebayang kalo balita. Kasus anak covid di Indonesia sudah terjadi disetiap jenjang umur, bahkan bayi 1 bulan juga ada.

•Kendali ada di kita dan civil society harus berperan. Lebaran tetap di rumah dan hindari salaman cium tangan dll.

•Perbanyak makan buah segar dan sayuran.

dr.Aman tidak percaya kurva covid Indonesia sudah melandai krn beliau mendapat data real di lapangan dr tim IDAI tiap daerah.

Data yg diumumkan pemerintah hari ini, bisa jadi adalah data 2 minggu yg lalu, tidak realtime. Krn perlu waktu lama nunggu hasil tes.

Link:

https://www.instagram.com/tv/CAZ2dw5AuZH/?igshid=16day7n6zrk66
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar