Hapus Proyek Pesawat Habibie, Proyek Kereta Cepat Malah Ditambah Sampai Surabaya


Loading...
Hapus Proyek Pesawat Habibie

Pemerintah akan menindaklanjuti 89 proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) di tahun 2020 hingga 2024. Jumlah proyek diambil berdasarkan usulan sebelumnya yang mencapai 245 PSN.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut 89 proyek tersebut diharapkan bisa segera terealisasi berdasarkan dukungan dari pihak-pihak terkait. Sejumlah proyek itu diklasifikasikan dapat membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Dari 245 proyek baru yang memenuhi kriteria sebanyak 89 proyek. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan karena itu masih membutuhkan dukungan kementerian teknis dan perlu kelengkapan dan perlu memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagai PSN di mana presiden harapkan ada dampak kepada masyarakat, terhadap pertumbuhan ekonomi dan terkait dengan pengembangan sosial ekonomi," kata Airlangga dalam konferensi persnya, Jumat (29/5).

Menariknya, dari 89 proyek tersebut salah satunya berkaitan dengan pengembangan drone yang secara otomatis menghapus rencana proyek pengembangan pesawat R80 dan N245.

Diketahui, dua proyek tersebut merupakan program pengadaan pesawat dalam negeri. R80 digarap PT Regio Aviasi Industri, milik mantan Presiden BJ Habibie dan putranya, Ilham Akbar Habibie.

Sedangkan N245 digarap PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

"Kemudian terkait dengan 3 proyek drone. Di mana 3 proyek terkait pengembangan drone itu sebagai pengganti proyek yang dikeluarkan antara lain R80 dan N245," jelasnya.

Bukan tanpa sebab, Airlangga beralasan bahwa pengembangan drone dianggap lebih sesuai dengan keadaan saat ini ketimbang realisasi kedua proyek tersebut.

"Sehingga dialihkan menjadi teknologi drone yang dianggap lebih cocok dengan situasi saat sekarang dan pengembangannya sudah dimulai oleh PTDI," jelasnya.

Di sisi lain, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dilanjutkan. Bahkan, Jokowi setuju disambung sampai Surabaya supaya lebih layak.

"Contoh yang ada di BUMN Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Bahkan Presiden tadi sudah setuju disambungkan Jakarta-Bandung-Surabaya supaya lebih feasible. Ini pasti menyerap tenaga kerja luar biasa," ujarnya.

Lanjutnya, untuk lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung pada September 2022.

"Dan deadline Jakarta-Bantung tetap September 2022 harus bisa jadi sebagai target," tutupnya.


Loading...

Posting Komentar

0 Komentar