Begini Sikap Ksatria Gubernur Sumut, Beda Jauh Dengan yang Naikin Iuran BPJS


Loading...

Sikap ksatria yang ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi saat dituduh memberi bantuan beras berkutu, patut ditiru.

Bukan hanya meminta maaf atas kesalahan yang bukan dilakukannya, Mantan Pangkostrad tersebut juga melindungi bawahannya.

Sangat berbeda jauh dengan si Anu yang tanpa perasaan bersalah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan. Dan sering melimpahkan kesalahan kepada para pembantunya.

"Dimohon maaf kalau itu terjadi," ujar Edy di rumah dinas Gubsu, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (14/5/2020).

Awalnya, viral 'beras bantuan berkutu' -- yang disebut kepala desa beras basah -- di Tapanuli Tengah. Hal itu langsung dimanfaatkan warganet yang masih sakit hati karena Djarot kalah di Pilkada. Mereka langsung membully Gubernur Edy.

Namun setelah diperiksa,  bantuan beras yang diviralkan itu bukanlah bantuan dari pihaknya melainkan dari Dinsos Tapanuli Tengah.

Sekali lagi, meski beras itu bukan dari pihaknya, Edy meyakini beras berkualitas tak bagus itu tak sengaja masuk dalam paket bantuan. Dia meyakini pemberi bantuan tak sengaja.

"Tapi tidaklah, pasti tidak ada niat untuk seperti itu," katanya.

Sebelumnya kabar soal warga salah satu desa di Tapanuli Tengah (Tapteng) mengembalikan beras bantuan terkait Corona bikin heboh karena beras itu disebut berkutu. Kepala desa (kades) setempat memberi penjelasan.

Peristiwa warga yang mengembalikan beras itu terjadi di Desa Siantar Ca, Sosorgadong, Tapteng. Ada ratusan warga yang mengembalikan beras bantuan tersebut ke Dinas Sosial Tapanuli Tengah.

"Hari Minggu itu, kita kumpul 123 (karung), dikembalikan sama Dinas Sosial," kata Kades Siantar Ca, Arisman Tarihoran, Rabu (13/5).

Dia mengatakan beras yang dibagi secara bertahap sejak Kamis (7/5) di Posco COVID-19 desa tersebut bukan berkutu. Arisman menyebut beras tersebut basah saat proses pembongkaran.

"Bukan, karena kemarin basah, bukan berkutu. Basah karena pembongkaran," ucapnya.

"Dari Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, 123 karung, karung 5 Kg," sambung Arisman.




Loading...

Posting Komentar

0 Komentar