Surat Terbuka Pria Batak dari Medan Tentang FPI Rusak Warung Tuak


Loading...

Terus terang, aku kesal dengan ulah FPI yang main hakim sendiri. Merusak warung tuak di Batang Kuis. Seharusnya FPI melaporkan ke pihak yang berwenang.

Tapi, aku juga tak menutup mata dengan kesalahan namboru Manullang. Bukan hanya karena ini bulan puasa. Kita semua dilarang berkumpul karena corona. Seharusnya dia mau tutup itu warung.

Sekarang masalahnya sudah diurus sama pak polisi. Katanya laporan tentang perusakan tetap dilanjutkan. Paten pak.

Tapi rupanya tak selesai. Ada pulak orang ngaku Batak yang memperkeruh suasana. Ngajak perang FPI. Palak kali aku nengoknya. Cem gak ada kerjaan!!!

Gak dipikirkannya sekarang semua lagi susah. Jadi provokator pulak dia.

Gak ditengoknya polisi lagi sibuk ikut membantu atasi penyebaran corona. Ada pulak napi asimilasi yang dibebaskan, malah buat ulah lagi. Sekarang ditambah si botak tanggung yang ngajak perang.

Yang diperlukan warga adalah sembako. Bukan omongan kau Botak!!!

Kurasa belom minum obat cacing kau pas buat video itu ya?

Tapi kelen tenang aja kawan. Orang Medan, apalagi Sumut itu gak bisa diadu domba. Apalagi sama domba botak.

Si botak itu cuma rame di medsos aja. Kami malas menterge dia. Orang di luar Medan pulak yang banyak komentar.

Woi, botak! Gak usah kau campuri masalah yang udah selesai. Kau tengok itu orang Batak di sekitaran Danau Toba. Makin hari makin tergeser. Air danau pun semakin kotor karena limbah.

Itu aja kau urus!!! Baru salut aku nengok kau!!!

Oiya lae, orang Batak itu suka bekawan dan sayang orang tua.

(dari Pria Batak yang belum botak dan masih punya otak)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar