Tiga Hari Banjir Hingga ke Atap Rumah, Dewi Tanjung dan Abu Janda Ikut Tenggelam


Loading...

Banjir yang melanda Perumahan Mutiara Pluit, Periuk, Kota Tangerang belum surut. Bahkan, cenderung naik padahal banjir sudah merendam sejak tiga hari lalu.

Sebanyak 1.000 jiwa yang terdampak langsung banjir. Ratusan warga sudah berhasil dievakuasi. Namun, ada juga yang bertahan di lantai dua rumah mereka dengan alasan menjaga harta benda.

Ketua RW011 Perumahan Mutiara Pluit Tata Sumawirana (48) mengatakan, banjir yang merendam lingkungannya terjadi di 8 RT dengan ketinggian hingga 2,5 meter.

"Warga yang terdampak banjir ada 300 KK, sebanyak 1.000 jiwa tersebar di RT01, 10, 11, 04, 03, 02, 08, dan 07. Ketinggian air masih 2,5 meter. Paling parah di Blok D," ujar Tata di lokasi banjir, Rabu (5/2/2020).

Di lokasi banjir paling parah, sekitar 600 jiwa yang terdampak. Blok ini merupakan yang terpadat dan terkena dampak banjir paling parah. "Saya saja mau masuk rumah enggak bisa. Plafon terendam. Banjir besar sejak Senin 3 Februari 2020. Air masuk sore hari," katanya.

Sebenarnya sejak Jumat 31 Januari 2019 lingkungan RW011 sudah kebanjiran. Air masuk rumah warga setinggi dengkul orang dewasa, tapi bisa diatasi dengan menggunakan pompa.

"Banjir gedenya baru hari Senin jam 4 sore. Tanggul yang dibuat pemda enggak masalah, jadi masalahnya tanggul perbatasan Perumahan Mutiara Pluit dan Periuk Damai jebol. Itu tanggul lama masih pakai batako," jelasnya.

Tanggul itu jebol hingga 20 meter panjangnya. Sebelum jebol, warga sudah tahu jika tanggul mulai bocor. Namun, karena banjir sebelumnya tahan, kondisi tersebut dirasa aman.

"Awalnya sudah rembes, tapi kuat. Makanya kita fokusnya dipompa, sementara yang itu terlupakan. Eh, malah tanggul itu yang jadi penyebab banjirnya. Kalau tanggul enggak jebol mah enggak bakalan begini," ucap Tata.

Tanggul itu merupakan tanggul Kali Cirarab. Kali ini melewati juga wilayah Kabupaten Tangerang. Pada musim penghujan Kali Cirarab memang sering meluap sehingga menyebabkan banjir.

Warganet menantikan sepak terjang Dewi Tanjung dan Abu Janda untuk membela warga Tangerang yang menjadi korban banjir. Namun hingga detik ini, wajah keduanya tidak kunjung nongol. Apakah mereka sudah hilang tersapu banjir?

Padahal warga merindukan panggung dangdut yang dipakai untuk mendemo Anies Baswedan kemarin.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar