Tak Mampu Bayar Denda Rp152ribu, PKL di Jabar Dipenjara


Loading...

Sulaiman (49) pedagang kaki lima (PKL) di Cirebon, Jawa Barat harus merasakan pengapnya penjara karena tak mampu membayar denda.

Warga Desa Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu ditahan hanya karena berjualan di atas trotoar. Saat itu, Sulaiman tidak mampu membayar denda sebesar Rp152.000.

Sejumlah rekan sesama PKL yang ikut menjemput bebasnya Sulaiman terlihat sangat terharu dengan nasib yang dialami rekannya itu.

Sulaiman mengatakan, kejadian itu berawal saat terjadi penertiban pada 13 Januari 2020. Saat itu, ada 17 PKL di kawasan Jalan Sudarsono tepatnya depan RSUD Gunung Jati yang terjaring razia penertiban.

Sulaiman yang berjualan menggunakan gerobak becak usang kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Cirebon.

“Saya diberi kertas tilang untuk penebusan nanti setelah sidang. Seminggu kemudian, sidang digelar. Semua teman saya waktu itu pada bayar denda. Saya sendiri yang tidak bayar denda. Alasannya, saya nggak punya duit jadi tidak bisa bayar denda sebesar Rp152.000,” katanya.

Sulaiman mengatakan, sebenarnya dirinya bisa saja tidak dipenjara jika saat itu mampu membayar denda, namun karena dia tidak memiliki uang akhirnya menerma sanksi berupa kurungan penjara selama tiga hari karena dianggap melanggar Peraturan Daerah No 2 Tahun 2016.

Meski pernah dipenjara, Sulaiman mengaku tidak kapok dan ingin tetap berjualan sebagai penjual minuman dan makanan ringan di trotoar jalan. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menyambung hidup dan membesarkan ketiga anaknya serta merawat istrinya yang sedang sakit.

Anak Sulaiman, Eka mengatakan, nasib yang dialami orang tuanya menjadi pelajaran dalam hidupnya terutama sesama PKL yang selama ini berjualan dan tidak ditempatkan sebagaimana mestinya.

“Waktu denger bapak dipenjara karena tak bisa bayar denda sedih banget. Kebetulan saat itu, ibu juga lagi sakit,” katanya.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar