Sambil Tertawa, Tentara Israel Tembaki Bocah Hingga Sekarat dengan Peluru Karet


Loading...

Seorang anak sekolah Palestina terluka parah setelah ditembak oleh pasukan penjajah Israel dengan peluru logam berlapis karet di kepalanya ketika pulang dari sekolah di Issawiyyeh, Yerusalem Timur, Sabtu 15 Februari 2020.

Anggota komite di Issawiyyeh, Muhammad Abu Hummus, mengatakan bahwa pasukan penjajah Israel menembak Malek Issa (8 tahun), di bagian kepalanya dengan peluru logam berlapis karet ketika ia pulang sekolah menuju rumahnya, sebagaimana dilansir dari QNN.

Anak itu kemudian dievakuasi ke rumah sakit Hadasah sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem.

Malek Issa (8 tahun) adalah siswa di salah satu sekolah Issawiyyeh. Dia meninggalkan sekolahnya pada hari Sabtu dengan saudara perempuannya menuju rumah kakek mereka, dari rumah itu, ibunya biasanya menjemput mereka di rumah nanti.

Malek Issa turun dari bus sekolah bersama saudara dan temannya, mereka berlari ke tempat warung sandwich di depan rumah kakek mereka. Sementara itu pasukan Israel menyerbu lingkungan Issawiyah disaat anak-anak pulang sekolah.

Nas, menimpa Malek, disaat ia sedang makan sandwich nya, tiba-tiba tembakan peluru menghantam kepalanya, seketika tubuhnya jatuh ke tanah, wajahnya berlumuran darah.
Tembakan pasukan Israel dari tempat tersembunyi mengenai dahinya, di atas hidungnya dan sangat dekat dengan matanya.

Mahmoud, kakek sang anak mengatakan bahwa cucunya dievakuasi ke rumah sakit Hadasah di Issawiyyeh sebelum dipindahkan ke rumah sakit Hadasah Ein Kerem untuk melakukan lebih banyak pemeriksaan dan operasi.
“Dia akan dioperasi untuk memperbaiki patah tulang di dahi dan kepalanya serta kelenjar di hidungnya yang dapat menyebabkan peradangan mematikan jika mencapai otak,” kata Mahmoud.

Sementara itu, menurut para dokter mata Malek mengalami kerusakan parah yang kemungkinan akan kehilangan penglihatannya.

Issawiyyeh telah menjadi sasaran serangan harian pasukan penjajah Israel, yang membuat warga Palestina terus-menerus dalam bahaya dan membuat kekhawatiran mereka tentang keselamatan anak-anak mereka.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar