Penyesalan Warga yang Pernah Cuci Muka Pakai Air Bekas Cuci Sepatu Jokowi


Loading...

Kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuat warga yang dulu mendukug Jokowi menyesal. Lucunya, penyesalan tersebut lebih besar menimpa ke warga yang pernah mencuci muka pakai air cuci sepatu Jokowi.

"Nyesal banget. Kemaren cuci muka pakai air bekas cuci epatu Pak Jokowi, niatnya supaya bisa sukses kayak Pak Jokowi. Rupanya malah nyugsep," ketus Wati.

Wati hanyalah satu dari sekian banyak warga yang menyesali ritual cuci muka tersebut. Kini hidup mereka semakin sulit. Setelah kenaikan listrik, disusul BPJS.

Beberapa waktu lalu, setelah meninjau lokasi longsor, sepatu kerja pantofel milik Presiden Jokowi yang semula bewarna hitam mengkilat, berubah warna jadi coklat karena lumpur.

Jokowi pun membersihkan kaki dan sepatunya sendiri dengan menggunakan air yang sudah disiapkan di dalam ember oleh relawan.

Saat membersihkan lumpur di sepatu, jokowi pun tidak segan mengusap-usap kakinya dengan menggunakan tangan di hadapan ratusan warga yang saat itu mengerubutinya.

Selesai membersihkan sepatu dan tanganya menggunakan air bersih, Jokowi langsung naik ke mobil dan meninggalkan lokasi untuk menuju ke posko logistik.

Di sana dia menyerahkan bantuan berupa selimut kepada pengungsi.

Sesaat setelah Jokowi masuk ke dalam mobil, ratusan warga yang sudah berdesak-desakan untuk melihat lebih dekat orang nomor satu di negeri ini, langsung menyerbu sisa air cucian Jokowi untuk membasuh muka.

Mereka menganggap bahwa air bersih sisa yang digunakan Jokowi dapat membawa berkah.

"Alhamdulilah saya senang, bisa basuh muka saya dengan air bersih sisa milik Pak Jokowi. Ya semoga berkah. Sebab, Pak Jokowi adalah orang yang jujur, baik dan sangat penyabar," ujar Marnoto, warga Desa Pencil, Kecamatan Karangkobar, usai membasuh muka dengan air bersih sisa Jokowi.

Warga lainnya, Yuni (26) berharap setelah membasuh mukanya dengan air bersih sisa dari Presiden RI dapat mendapat keberkahan.

"Ya moga-moga aja nasib saya ke depan bisa sukses kayak Pak Presiden," kata dia.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar