Penghina Risma Ngaku Emosi Karena Anies Baswedan Selalu Dibully


Loading...
Penghina Risma Ngaku Emosi Karena Anies Baswedan Selalu Dibully

Pemilik akun Zikria Dzatil ditangkap oleh Polrestabes Surabaya karena melakukan penghinaan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma, lewat Akun Facebooknya.

Kemudian tersangka, Zikria Dzatil (43) ditangkap Tim Resmob Polrestabes Surabaya di kediamannya, Perumahan Mutiara Bogor Raya Blok E6/24, Kelurahan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Dari pemeriksaan pihak kepolisian terungkap, motif pelaku menghina Risma karena sakit hati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sering dirisak atau di-bully. Pelaku kemudian melampiaskan kekecewaannya dengan membalasnya di media sosial.

“Pelaku warga Bogor, sakit hatinya karena Anies sering dibully banjir,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengungkapkan tersangka diamankan setelah polisi melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan, terkait kasus ini. Polisi memeriksa 16 saksi, termasuk saksi ahli, dan korban.

Polisi juga menyita barang bukti berupa dua unit handphone dan 3 buah capture postingan yang diunggah di akun Facebook bernama Zikria Dzatil. “Kita memiliki 36 barang bukti sebagai kelengkapan penyidikan. Secepatnya akan kita limpahkan ke pengadilan, untuk memberikan kepastian hukum,” ujar Sandi.

Zikria dikatakan Sandi sempat berusaha menghilangkan barang bukti penghinaan terhadap Risma dengan menghapus postingannya dan menonaktifkan akun Facebook-nya. Selanjutnya, pelaku memotong sim card dan mereset hp-nya.

“Tapi Zikria tidak membuang dua HP yang telah digunakannya untuk mengakses facebook,” ujar Sandi

Zikria mengaku menyesal usai menulis status penghinaan terhadap Risma di Facebook. Bahkan, ia mengaku ketakutan, usai postingan-nya di Facebook menjadi viral.

 “Sangat menyesali perbuatan saya. Karena pada dasarnya tidak pernah ada niat untuk menghina bunda Risma. Saya mohon maaf bunda. Tolong maafkan perbuatan saya, ” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Ia pun mengungkapkan jika dirinya hanya ibu rumah tangga biasa. Bahkan tidak kenal dengan sosok walikota perempuan pertama di Surabaya itu. “Saya sangat ketakutan, karena dibully, diancam dan diteror,  Anak-anak saya juga dibully. Saya akan jadikan kasus ini sebagai pembelajaran, agar nantinya lebih bijak dalam bertindak dan bermedia sosial,” tangkasnya.

Zikria kini terancam hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar. Tersangka dijerat dengan pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Serta Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (idk)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar