Ejek Risma, Netizen Langsung Ditangkap, Kalau Anies Dibully, Ini Jawabannya!


Loading...

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya berhasil menangkap pemilik akun Facebook Zikria Dzatil di Jawa Barat. Akun tersebut dilaporkan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, karena mengunggah foto Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma disertai kalimat bernada hinaan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sudamiran membenarkan informasi penangkapan pemilik akun FB yang menghina Risma itu. Namun, ia ogah menjelaskan lebih rinci.

"Ditangkap di Jawa Barat, sekarang masih diperiksa," katanya dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 1 Februari 2020.

Unggahan FB Zikria Dzatil yang dipersoalkan berisi foto Risma seperti melakukan bersih-bersih di sebuah sungai. Terlapor menambahi unggahan dengan kalimat bertuliskan: "Anjirrrrr.... Asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina." Unggahan itu sontak memantik serbuan netizen, terutama dari warga Surabaya.

Sudamiran sebelumnya menjelaskan, segera setelah menerima laporan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pelapor.

"Kita sudah memintai keterangan empat orang, ada dari sumber berita yang mengawali itu, ada dari salah satu warga yang menyatakan keberatan atas akun Facebook itu," katanya.

Sudamiran mengaku masih mendalami laporan tersebut karena status dan akun FB terlapor sudah tidak ada, diduga dihapus oleh pemiliknya. Namun, polisi masih memiliki screenshot yang dilampirkan pelapor dalam laporannya. "Masih dalam tahap penyelidikan," katanya.

FB Zikria Dzatil dilaporkan melalui Kepala Bagian Hukum Kota Surabaya, Ira Tursilowati, ke polisi pada Selasa lalu, 21 Januari 2020.

"Pelapornya adalah Ibu Ira (Kabag Hukum Pemkot Surabaya), yang menerima kuasa dari Ibu Wali Kota," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, kepada wartawan pada Jumat, 24 Januari 2020.

Ia menjelaskan, dalam tangkapan layar atau screenshot, akun Zikria Dzatil sedikitnya mengunggah status bernada menghina Risma sebanyak dua kali.

"Akunnya saat ini sudah dihapus, kita cek akunnya sudah tidak ada. Tapi kami sertakan bukti-bukti tangkapan layar di media sosial," ujar Febri.

Ini Jawaban Kalau Anies Dibully


Di media sosial, Anies beberapa kali di-bully oleh warganet. Namun, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menanggapi santai komentar-komentar warga tentang dirinya.

“Komentar-komentar itu adalah hak warga. Prinsip saya, dipuji tidak terbang, dicaci tidak terbang. Yang penting, semua kita jalani dengan ketulusan,” ujar Anies.

Dia juga berupaya memilah antara masukan yang bersifat substansial bagi pembangunan Jakarta atau sekadar suara berisik.

“Saya selalu bedakan mana voice, mana noise. Yang voice kita dengar, yang noise tidak usah didengar,” ujarnya.

Anies mempersilakan warga untuk menilai dirinya. Bagi dia, warga memang berhak untuk menilai pejabat publik.

 “Itu hak warga. Saya tidak pernah memproses hukum mereka yang menilai. Asal bukan fitnah, ya, kalau itu urusan lain,” katanya.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar