Dendam Membara Ahok Terhadap Massa yang Memenjarakannya


Loading...

Rupanya Ahok belum Move On, Doi masih 'mendendam' karena di penjara telah menista agama. Ahok, menuding dirinya dipenjara bukan karena proses hukum, tapi oleh tekanan massa.

Ahok mengaku dan merasa sangat marah ketika di masa-masa awal ia ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok. Meskipun, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ditahan sejak Mei 2017-Januari 2019 setelah divonis bersalah oleh pengadilan dalam perkara penistaan agama.

Si Ahok menuding, Kenapa negara harus kalah dari tekanan massa? Bahkan dia menuding proses hukum atas dirinya seperti dagelan.

Dia, masih belum  terima dimasukkan ke penjara. Menurutnya, tidak ada sejarah republik ini Gubernur aktif dimasukkan ke penjara, kecuali kena operasi tangkap tangan atau jadi maling. (15/2).

Padahal, Ahok menista agama dan telah divonis pengadilan. Atas vonis itu, dia terima dan menjalani hukuman. Semestinya, dia banding jika tidak terima, faktanya dia tidak jadi banding dan lebih memilih menerima dan menjalani hukuman.

Ahok juga keliru, dianggap hanya korupsi dan maling yang menjadi dasar Gubernur aktif masuk penjara. Padahal, bagi umat Islam, menista agama adalah kejahatan besar, lebih besar ketimbang korupsi atau maling.

Didalam hukum negara, semua bersamaan kedudukan dimuka hukum. Tidak gubernur tidak warga negara, semua sama kalau salah yang diproses hukum.

Ahok juga bukan pribadi bersih, serangkaian kasus korupsi dan malingnya tidak diproses hukum. Jadi dusta, jika Ahok merasa bersih karena tidak pernah divonis karena korupsi. Kasus RS Sumber Waras adalah yang paling masyhur, belum kasus-kasus lainnya.

Kalau Ahok tidak terima, merasa dirinya tidak dilindungi negara, negara kalah oleh massa, salahkan saja vonis hakim pengadilan dan Jokowi. Kenapa marah marah diruang publik ?

Yang membuat dia dipenjara itu putusan pengadilan, bukan tekanan massa. Yang ditudingnya negara kalah itu pimpinannya Jokowi, salahkan saja pengadilan dan Jokowi ?

Tapi kalau Ahok mau mengulang lagi, mau mencoba persatuan umat Islam, mau merasakan penjara lagi, ya silahkan ulangi perbuatan. Kami siap, bersatu lagi untuk menuntut keadilan. Dan minta negara (Jokowi) agar melindungi Ahok jika bisa.

Pernyataan Ahok ini menjadi bukti, bahwa video permintaan maafnya karena telah melukai perasaan umat Islam, karena ucapan ngawur nya di kepulauan seribu, dusta belaka.

Ahok masih mendendam, Ahok masih belum terima dipenjara, Ahok masih menyalahkan tekanan massa, padahal dia dipenjara karena terbukti menista agama.

Sebenarnya, yang layak marah itu kami umat Islam ketimbang Ahok. Ahok cuma dipenjara sendiri saja sudah ngeluh. Ulama kami, aktivis kami, bahkan hingga ajaran dan simbol agama kami banyak yang  dikriminalisasi.

Kami tak pernah diindahkan, negara ini seolah-olah hanya milik para taipan. Mereka kuasai lahan hutan, menguasai lahan, menguasai perbankan, semua sumber ekonomi mereka kuasai. Kami dapat apa coba ?

Ayolah, kalau mau memperpanjang urusan dengan umat Islam, kami siap meladeni. Kami telah terbiasa, dengan berbagai ujian dan tantangan. Kami telah mencukupkan, ridlo Allah SWT sebagai tujuan. [].

Oleh : Nasrudin Joha
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar