Sesal Pendemo Anies : Kami Dibayar Rp100ribu, Tapi Dipotong Uang Makan dan Sewa Sound!


Loading...

Beredar video yang disebut sebagai pengakuan massa dibayar untuk menjadi peserta aksi demo menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lengser.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, M Taufik menyebut dalam video tersebut pihak yang mengaku sebagai massa demo mengatakan ia dibayar Rp100 ribu.

Bahkan temuan di lapangan, ada yang menyebutkan jika honor demo Rp100ribu masih dipotong uang makan dan sewa sound.

"Menyesal saya ikutan demo. Kalau lah tau ada potongan begini, mendingan saya bawa bekal dari rumah," ujar Maman, seorang pengangguran yang ikutan demo.

Sementara itu, Politisi PDIP Dewi Tanjung pun dengan tegas membantah pihaknya membayar massa demi menggelar demo lantaran tak ada dana.

Dewi Tanjung juga balik menyindir kubu yang bertentangan dengannya bahwa mereka kerap melakukan demo dengan massa bayaran.

Dilansir Tribunnews.com, sindiran ini disampaikan Dewi Tanjung dalam telewicara KOMPAS PETANG unggahan YouTube KOMPASTV, Rabu (15/1/2020).

"Jangan hanya bisa memfitnah, karena mungkin dari kubu sebelah ini suka membayar, jadi jangan samakan kami membayar, kami tidak punya dana," tegas Dewi Tanjung.

Muhammad Hamim sebagai pendukung Anies Baswedan pun membela diri dan menjelaskan aksi para pendukung sang gubernur juga bukan massa bayaran.


Aksi pendukung Anies Baswedan memang digelar berbarengan dengan aksi sebagian korban banjir penggugat Anies, yakni Selasa (14/1/2020).

"Jadi yang pertama, massa kemarin itu murni relawan Pak Anies, Mbak Dewi. Jadi enggak ada yang dibayar, kalau kita juga datang ke situ ikhlas sendiri," aku Hamim.

Hamim balas menyebut aksi yang dilakukan Dewi Tanjung untuk melengserkan Anies Baswedan sebagai tindakan makar.

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar