Postingan Skandal Ibukota Baru Ini Sudah Beberapa Kali Diblock FB!!!


Loading...

Lahan Ibu Kota Baru dikuasai Sukanto Tanoto alias TAN KANG HOO :


Ibu kota baru di Kalimantan Timur akan menempati lahan yang dikuasai miliuner Sukanto Tanoto, pendiri kelompok bisnis Royal Golden Eagle (RGE). Lahan tersebut merupakan hutan tanaman industri (HTI).

Informasi ini berasal dari Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat. Ia mendapat informasi ini dari dua menteri yang hadir dalam acara Rakornas Bidang Properti Kadin Indonesia di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Hidayat tak menyebut nama dua menteri ini. Namun, acara itu dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


https://finance.detik.com/properti/d-4711396/lahan-ibu-kota-baru-dikuasai-miliuner-sukanto-tanoto

TAN KANG HOO Penguasa Lahan Ibu Kota Baru adalah Pengemplang Pajak senilai 13 TRILYUN RUPIAH :


Tanoto adalah sosok yang cukup tenar di kalangan dunia usaha. Menurut Forbes dia memiliki kekayaan US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 19,7 triliun (kurs Rp 14.100).


Tapi jika diingat kembali, Tanoto juga pernah tersandung masalah serius terkait pajak. Sekitar 2007-2008 dia disebut melakukan pengemplangan pajak sekitar Rp 1,3 triliun.

Menurut data pemberitaan detikcom, Pada 19 Januari 2007, sekitar 12 Petugas Direktorat Jenderal Pajak menyatroni kantor Asian Agri yang dimiliki bos Raja Garuda Mas (RGM), Sukanto Tanoto. Diduga kuat kedatangan petugas pajak terkait dugaan manipulasi pajak.

Pada awal 2008 Dirjen Pajak yang saat itu dijabat oleh Darmin Nasution memanggil bos Asian Agri Sukanto Tanoto sebagai saksi dalam kasus dugaan penggelapan pajak sekitar Rp 1,3 triliun.


https://finance.detik.com/properti/d-4711863/penguasa-lahan-ibu-kota-baru-pernah-kemplang-pajak-rp-13-t

TAN KANG HOO : "Indonesia Ayah Angkat, Cina Ayah Kandung"


“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Sukanto yang pemilik Raja Garuda Emas (RGE), induk perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, kertas dan plywood, ini juga dengan bangga mengumumkan sumbangannya yang mencapai 5 juta dolar AS dalam pembangunan Water Cube, sarana olahraga yang digunakan saat Olimpiade Beijing 2008. Video selengkapnya bisa ditonton DI SINI.


Tanpa merasa bersalah, Sukanto yang lahir, sekolah  dan ‘’mendapat karpet merah’’ untuk membangun kerajaan bisnis di Tanah Air, menyatakan  Indonesia hanyalah ayah angkat. Intinya Keindonesiaan Sukanto

 Tanoto ternyata hanya sebatas di bibir belaka, sementara yang bergelora di hatinya tetap negara asalnya, Cina. Jangan-jangan, Sukanto Tanoto pun tidak hafal Pancasila. Wakil rakyat di DPR sana perlu mengujinya.


Jadi, Rencana Ibu Kota Baru penuh dg BAU BUSUK SKANDAL NAGA MERAH ‼‼‼



@AnginGunung
Loading...

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Lahan HTI ... baguslah kalo begitu ... tidak perlu membebaskan lahan lagi tinggal dicabut saja lisensinya malah hemat

    BalasHapus