Pendemo Anies Ngamuk : Kami Banyak Teriak, Tambah Uang Makan dan Transport


Loading...

Aksi massa oleh dua kelompok dengan afiliasi politik berbeda akan berlangsung di depan Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa siang ini.

Polda Metro Jaya akan menyekat massa pendemo dari kelompok Abu Janda dengan massa pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penyekatan tersebut bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pasalnya, dikhawatirkan massa pro dan kontra terhadap Anies itu akan bersinggungan fisik langsung. Polisi akan memasang barrier (perintang) dan menugaskan anggota untuk berjaga di lokasi penyekatan tersebut.

Baca Lagi : Demo Belum Usai, Massa Udah Bubar, Dewi Tanjung Minta Baju, Uang Makan dan Transport Dikembalikan!


“Pada saat teknis pelaksanaanya di tengah-tengah jalan di depan Kantor Balai Kota kami lakukan penyekatan. Akan kami pasang barrier yang agak tinggi dan juga di tengah-tengahnya dipasang rantis (kendaraan taktis). Ini upaya kami untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Massa pendemo Anies Baswedan didominasi orang tua. Sambil memegang poster, mereka berteriak keras ingin agar Gubernur DKI segera lengser.

Namun beberapa saat kemudian, dari rombongan pendemo terdengar celetukan lucu. Mereka minta uang makan dan transport ditambah. Karena sudah banyak berteriak.

"Udah banyak teriak nih. Tambah uang makan dan transport kami ya," ujar seorang pendemo yang disambut tawa teman-temannya. (kcw)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar