Anies Resmikan 2 Fly Over di Bekasi, Dibangun Pakai Dana Hibah Jakarta


Loading...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi  meresmikan dua fly over menuku Bantar Gebang yang berada tepat di simpang Rawa Panjang dan simpang Cipendawa, Jalan Raya Siliwangi, Kota Bekasi.

Didampingi para pejabat dari DKI Jakarta dan Kota Bekasi, peresmian simbolik dilakukan di atas jalan layang Cipendawa. Dengan demikian dua jembatan layang tersebut mulai hari ini sudah bisa digunakan masyarakat Bekasi maupun truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantar Gebang.

Anies mengatakan pembangunan dua jalan layang yang dibangun menggunakan dana hibah DKI Jakarta itu merupakan wujud nyata kedua wilayah saling menopang dalam segala sektor.

"Ini semangat membangun antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta. Ini semangat untuk saling menopang," kata Anies dikutip Antara.

"Kota Bekasi merupakan daerah contoh sinergi dengan Jakarta," ujar Anies Baswedan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut penyelesaian dua proyek jalan layang tersebut merupakan dampak hubungan yang baik dan harmonis antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta.

"Ini adalah proses perjalanan. Gubernur (DKI Jakarta) meningkatkan status (Bekasi) sebagai kota penyangga, menjadi mitra," katanya.

Jalan layang Rawa Panjang dan Cipendawa dibangun dengan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di perempatan Rawa Panjang dan Cipendawa, Rawalumbu, Kota Bekasi. Jalan layang itu menghubungkan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Raya Narogong.

Sementara jalan layang Cipendawa akan menghubungkan Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong. Kedua jalan layang iyu menjadi akses vital bagi truk-truk sampah DKI Jakarta yang setiap hari menuju dan kembali dari TPST Bantar Gebang dengan harapan bisa mengurai kemacetan.

Dana Hibah DKI Rp420 Miliar


Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menyebut anggaran pembangunan jembatan layang atau Flyover Rawapanjang dan Cipendawa menelan dana Rp420 miliar yang bersumber dari bantuan hibah dana kemitraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan pembangunan konstruksi kedua flyover itu menelan biaya Rp420 miliar dengan rincian Flyover Rawapanjang sebesar Rp180 miliar dan Cipendawa Rp240 miliar.

"Mulai hari ini dua flyover ini sudah bisa dilintasi masyarakat, dengan harapan titik kemacetan di Bantargebang bisa menurun," katanya dalam peresmian di atas Flyover Cipendawa.

Menurut dia pembangunan kedua flyover itu telah dimulai sejak tahun 2017. Biaya pembangunan konstruksi maupun pembebasan lahan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap satu di tahun 2017 hingga 2018 dan tahap dua di tahun 2019. Flyover Rawapanjang menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong sedangkan Flyover Cipendawa merupakan akses penghubung Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Pembebasan tanah Flyover Cipendawa membutuhkan lahan seluas 13.000 meter persegi sedangkan Rawapanjang 7.000 meter persegi. Dengan peresmian ini diharapkan akan mempermudah arus lalu lintas truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantargebang.

Sebelumnya di dua titik persimpangan Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi mengalami kemacetan parah selama dua tahun hingga 2020. Kemacetan parah terjadi di persimpangan Cipendawa.

Jalan yang berstatus nasional ini mengalami penyempitan sepanjang 50 meter yang mengarah ke Bekasi maupun Bantargebang. Jalan yang awalnya setiap arah memiliki lebar 10 meter dengan dua lajur, kini berubah menjadi empat meter sehingga hanya terdapat satu lajur setiap arah.

Akibatnya kemacetan di setiap arah mengular hingga ratusan meter. Penyempitan terjadi karena adanya pengerjaan konstruksi tiang pancang flyover di sisi barat jalan yang mengarah ke Bekasi. Kemacetan juga terjadi di Rawapanjang tepatnya di depan Supermarket Lottemart Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, karena pembangunan flyover itu.

Flyover yang dibangun ini menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dengan Jalan Raya Narogong. Sementara flyover di Cipendawa untuk mengurai kepadatan kendaraan di persimpangan jalan tersebut. Namun di titik Rawapanjang kemacetan tidak begitu parah, kendaraan hanya mengular beberapa puluh meter saja.
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar