100 Hari Jokowi, Makin Terbukti Maruf Amin Cuma Pelengkap Penderita


Loading...

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyoroti kiprah Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang sudah berlangsung selama 100 hari. Adi menilai, Ma'ruf belum terlihat signifikan berperan di pemerintahan.


"Kiai Ma'ruf ini belum kelihatan signifikansinya sebagai wapres," kata Adi kepada Tempo, Selasa, 28 Januari 2020.

Adi menilai Ma'ruf cenderung belum terlihat mengomentari isu-isu besar yang menjadi perhatian publik, misalnya soal pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, kata Adi, Ma'ruf juga belum tampak berperan di bidang yang menjadi keahliannya.

"Jangan sampai ada kesan Pak Kiai ini sebatas pelengkap penderita, atau bemper politik menghadang tudingan anti-Islam yang ditujukan kepada Jokowi ketika pilpres itu," kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini.


Adi tak menampik panggung Ma'ruf justru terkesan diambil oleh menteri-menteri di kabinet Jokowi. Misalnya, menurut dia, persoalan radikalisme belakangan ini malah banyak disinggung oleh para menteri ketimbang oleh Ma'ruf sendiri.


Di sisi lain, Adi menilai Ma'ruf sebenarnya diharapkan bisa menyebarkan gagasan Islam nusantara dan moderat di Tanah Air. Namun kata Adi, nyatanya para menteri Jokowi masih mengungkapkan narasi bahwa radikalisme menjadi ancaman besar saat ini.

"Ketika menteri Jokowi bicara radikalisme, itu sama saja menunjuk wapres yang dianggap tidak bekerja," ujar dia.

Jokowi dan Ma'ruf Amin dilantik menjadi presiden-wakil presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 lalu. Keduanya telah mencapai 100 hari kerja pada Senin kemarin, 27 Januari 2020.

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar