Disebut Sandiwara, Ini Kata Petani Bawang yang Nangis saat Jumpa Sandi


Loading...

Petani bawang di Brebes yang curhat sambil nangis saat Sandiaga Uno datang, jadi pembahasan di kubu Jokowi. Banyak pendukung Jokowi yang menilai hal tersebut hanya sandiwara belaka.

Nama Muhammad Subkhan, mendadak menjadi perbincangan viral ketika menangis di depan Sandiaga Uno mewakili petani bawang Brebes, Senin kemarin. Ada yang menilai miring tentang dia. Dia dicurigai bukan petani tulen, namun hanya 'pemain' dalam bagian 'sandiwara' kampanye.

Subkhan (dalam berita sebelumnya yang mengacu pada penulisan di akun medsos Sandiaga Uno ditulis sebagai: Subhan) lahir pada 11 November 1973. Alumnus Fakultas Geografi UGM pada 2005 itu adalah warga Desa Tegalglagah, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

"Masuk UGM tahun 1994 dan karena sesuatu hal saya terputus kuliahnya. Kemudian lulus tahun 2005," kata Subhan, Selasa (12/2/2019).


Orang tua Subkhan, H Abdul Khalim dan Saripah merupakan petani tulen. Selain menanam bawang, kedua orang tuanya ini juga menanam tebu.


Darah petani orang tua mengalir pada diri Subkhan. Meski aktif dalam pergerakan, namun tidak meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani. Termasuk saat menjadi Komisioner KPU Brebes, dia juga tetap meluangkan waktu mengurusi tanaman bawangnya.

Setelah masa jabatan sebagai anggota KPU Brebes berakhir pada Oktober 2018, Subkhan makin intens memperjuangkan nasib petani. Saat tahun politik seperti saat ini, Subkhan selalu hadir dalam acara kampanye untuk memperjuangkan aspirasi petani bawang.

"Saya bukan tim sukses capres manapun. Saat ini saya adalah petani. Saya selalu hadir karena ingin memperjuangkan nasib petani bawang," tegasnya.




Tidak hanya kampanye Pilpres, bila ada caleg yang berkampanye Subkhan juga selalu hadir. Alasannya ingin menitipkan nasib petani bawang kepada siapapun politisi yang memang serius ingin memperjuangjan kehidupan petani.

Dia menyebut, beberapa acara kampanye caleg yang pernah dihadirinya adalah udirman Said (Gerindra), Paramitha Widya Kusuma (PDIP), Zubad (PKB) dan lain lainnya.

loading...

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar