Ya Tuhan! Ambil Jenazah Korban Tsunami, Dikenakan Biaya Rp3,9juta


Loading...

Dugaan pungutan untuk jenazah korban tsunami Selat Sunda saat ini ditangani oleh Polda Banten. Pemeriksaan masih dilakukan kepada saksi-saksi terkait adanya pungutan ambil jenazah di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP), Serang.

"Perkara itu dilimpahkan ke Polda betul. Ini untuk ditangani secara komprehensif," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir saat dihubungi detikcom, Serang, Banten, Jumat (28/12/2018).

Ia mengatakan, saat ini dugaan pungutan tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Dia menjelaskan, belum ada tersangka terkait kasus tersebut.


"Belum (ada tersangka). Masih pemeriksaan dulu. Kalau sudah dilakukakan penyelidikan dan ada dugaan pidananya dinaikkan ke penyidikan. Setelah itu baru diperiksa lagi para saksi apa semua, kita gelar perkara baru naik tersangka," ujarnya.

Menurutnya, pelimpahan dugaan ini ke Polda Banten agar ditangani secara mendalam. "Nanti kalau hasilnya sudah ada kita kabarin," ujarnya.


Sebelumnya, dugaan pungutan Rp 3,9 juta ke korban tsunami Selat Sunda terjadi di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Polres Serang Kota sudah memeriksa 4 orang di antaranya BD sebagai kepala forensi, FT dan AR anggota forensik dan BY sebagai supir ambulans.
(detik) 
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar