Simulasi Teroris, Polda Bali Menyakiti Umat Islam, Ini Buktinya!


Loading...

Simulasi penanganan aksi terorisme di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dilaksanakan Polda Bali sangat menyakiti umat Islam.

Ada keanehan yang luput dari media. Dalam simulasi tersebut, para pelakon teroris memakai sorban dan baju berlogo Majelis Ta'lim Nurul Musthofa yang beralamat di Jakarta Selatan.

Sebegitu paranoid-kah Polda Bali terhadap umat Islam? Hingga tidak ada pakaian lain yang mencerminkan teroris selain baju-baju bertuliskan arab seperti ini?

Hingga kini, belum ada klarifikasi Polda Bali terkait hal tersebut.



Dalam simulasi tersebut digambarkan pejabat negara setingkat menteri tiba di Bali untuk melakukan pertemuan bisnis.

Tiba-tiba sekelompok orang yang menyamar sebagai awak media dan petugas penjemput menyandera pejabat penting itu. Aksi tembak-menembak pun terjadi disertai teriakan dan kepanikan para korban, seakan menjadi klimaks yang menarik perhatian para delegasi perwakilan negara sahabat yang menyaksikan simulasi itu.

Sejumlah orang diskenariokan tewas, sedangkan pejabat negara itu disandera para teroris ke dalam gedung terminal Bandara Ngurah Rai. Selang beberapa menit kemudian satuan petugas kepolisian didukung tim antiteror Polda Bali berdatangan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Teroris yang diketahui berafiliasi dengan kelompok radikal meminta sejumlah tuntutan di antaranya menyiapkan pesawat jet, uang tebusan Rp100 miliar dan membebaskan sejumlah tahanan terorisme yang merupakan rekan mereka di Lapas Nusakambangan.

Dalam simulasi tersebut, Polda Bali menyiapkan pesawat asli jenis Boeing 737 milik anak perusahaan salah satu maskapai penerbangan nasional Indonesia. Setelah menggunakan taktik dan memanfaatkan kelengahan kelompok teroris, tim antiteror gabungan akhirnya dapat melumpuhkan teroris dan beberapa di antaranya ditangkap.

Dalam penanganan setelah aksi terorisme itu juga diperagakan proses identifikasi melibatkan Forensik, DVI, Inafis, dan petugas terkait lainnya. (bbs)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar