Demi Uang Buku, Bocah Ini Jualan Kue, Eh... Malah Ditangkap Satpol PP


Loading...

Janji pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah ternyata hanya isapan jempol semata. Dalam prakteknya, segala macam cara dilakukan oknum-oknum dinas pendidikan yang tetap memeras siswa. Salah satunya dengan memberlakukan uang buku. Dan buku yang beredar selalu berubah tiap tahun.

Ulah oknum tersebut marak terlihat di sekolah negeri maupun swasta. Siswa dihadapkan pada buah simalakama. Tidak beli buku, tidak belajar. Beli buku, tidak punya uang.

Seperti kisah pilu yang menimpa dua bocah Rh (10) dan Sup (12). Karena perlu uang untuk membeli buku, mereka rela berjualan kue klepon di lampu merah.

Namun, aksi mereka terhenti karena diamankan Satpol PP Balikpapan, Senin (31/7) kemarin. Sup dan Rh diamankan bersama dua orang lainnya yang berjualan di lampu merah tersebut.

“Tim Regu Simpang kami berhasil mengamankan empat orang yang berjualan kue seperti klepon dan onde-onde di lampu merah. Tiga orang masih sekolah SD dan satu orang pria dewasa berinisial AS (33), warga Sepinggan,” kata Kasi Ops Satpol PP Balikpapan Siswanto, dikutip dari Prokal (Jawa Pos Group).

Pria alumnus Universitas Mulawarman ini menjelaskan, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada keempat orang pedagang kue tersebut. “Kami lakukan pembinaan. Dan bagi para siswa itu, kami akan panggil pemilik kuenya dan tentu juga orang tuanya,” pungkas Siswanto.

Untuk diketahui, Sup dan Rh diamankan Regu Simpang Satpol PP Kota Balikpapan saat melakukan patroli di Simpang Empat Lampu Merah Balikpapan Baru, Senin (31/7). Menurut pengakuan bocah yang masing-masing duduk di kelas 4 dan 6 salah satu Sekolah Dasar di Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat itu, mereka memilih untuk berjualan usai jam sekolah demi membeli buku Lembar Kegiatan Siswa (LKS) di sekolahnya.

“Saya diajak teman. Ini kue punya Makci di Kampung Baru. Saya yang mau sendiri. Uangnya untuk beli LKS di sekolah. LKS itu wajib, disuruh guru. Orang tua tidak ada, di sini saya tinggal sama Kai (Kakek) saya,” jawab Sup saat diwawancarai KPFM di Kantor Satpol PP Balikpapan.

Senada dengan Sup, alasan RH berjualan usai jam sekolah itu juga didasari hal yang sama. “Iya bang, untuk beli LKS. Harganya Rp150 ribu di sekolah. Sekaligus nyari uang jajan juga. Saya yang mau bang. Jualannya sama teman-teman juga, ramai-ramai,” tutur RH.

(fab/jpg/JPC)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar